Wednesday, November 11, 2009

:)

Girls want to control the man in their life.
Grown women know that if he’s truly hers, he doesn’t need controlling.

Girls check you for not calling them.
Grown women are too busy to realize you hadn’t.

Girls are afraid to be alone.
Grown women revel in it-using it as a time for personal growth.

Girls ignore the good guys.
Grown women ignore the bad guys.

Girls make you come home.
Grown women make you want to come home.

Girls worry about not being pretty and/or good enough for their man.
Grown women know that they are pretty and/or good enough for any man.

Girls try to monopolize all their man’s time (i.e., don’t want him hanging with his friends).
Grown women realize that a lil’ bit of space makes the ‘together time’ even more special-and goes to kick it with her own friends.

Girls think a guy crying is weak.
Grown women offer their shoulder and a tissue.

Girls want to be spoiled and ‘tell’ their man so.
Grown women ‘show’ him and make him comfortable enough to reciprocate without fear of losing his ‘manhood’.

Girls get hurt by one man and make all men pay for it.
Grown women know that was just one man.

Girls fall in love and chase aimlessly after the object of their affection, ignoring all ‘signs’.
Grown women know that sometimes the one you love, don’t always love you back-and move on, without bitterness.

Girls will read this and get an attitude.
Grown women will read this and pass it on to other Grown women & their

Saturday, October 17, 2009

Bayangan itu punya nama..


Disini, kurang lebih setahun yang lalu aku sedang menunggu. Saat itu aku, hanya ditemani secangkir lemon tea dilantai dua sebuah kedai kopi. Dua orang teman yang aku tunggu masih dalam perjalanan menuju kesini. Hingga tiba sosok mu datang ketika aku sedang menulis namamu disebuah buku biru agenda belajarku. Siapa dirimu, sejak kapan kau berhasil membuatku tertawa lagi, kapan aku bisa disini, dihari ini bersamamu lagi. Aku tidak ingat. Aku tidak perlu jawabannya. Aku menutup agendaku.

Dan, kau pun mengambil tempat dan duduk di hadapanku.

Mengapa kedatanganmu seakan menjawab semuanya? tanyaku tanpa harus kutulis dibuku. Kita berbincang tentang semuanya. Ditemani botol coke milikmu dan secangkir Hot lemon tea yang kemudian mendingin menjadi ice lemon tea. Cukup membuatku sibuk sembari menunggu kehadiran 2 orang teman yang tak kunjung datang. Keadaan kemudian berbalik, mereka berdua datang menggantikan kesibukanku dan kehadiranmu.

Aku selalu jatuh cinta pada kopi dan sebuah ruangan penuh bak kopi di dekat tangga. Saat itu pula, aku menyadarinya....

Diluar sana terik, aku kembali menarik khayalanku dan mencoba berkawan dengan realita. Tidak ada siapa-siapa di hadapanku sekarang. Sambil ditemani secangkir kopi dan sebuah laptop yang membantu jemariku berlarian menekan tuts-tuts huruf untuk mengenangmu kembali. Sejenak aku bisa rasakan hari bahagia itu kembali. Tidak usah khawatir, aku bahagia bisa merasakannya.

Aku bagaikan mengunyah permen karet yang semakin hambar bila terus-terusan dikunyah. Namun, aku enggan untuk membuangnya ke tong sampah. Terasa manis di awal, dan kemudian rasa itu hilang perlahan. Aku bergegas meninggalkan kedai kopi itu. Semakin jauh aku melangkah namun semua terlihat sama. Hingga aku tersadar terus berjalan dengan sebuah bayangan. Bayangan itu punya nama..

Friday, October 9, 2009

senyum


I’m thinking lot of things that have been going on. For sure, I’m thinking of you. They were flashbacks mostly. I remembered our moments, silly moments when you really want me to smile again. your jokes, your first true story and then we changed to each other. the way how much i love 'sambal' and the way i hate your 'bawang goreng' but sometimes we still eat that for no reason. I still had a good hard laugh remembering that.

The iTunes was on the shuffle mode.
The playlist was good, it was rather too good.

Anyway, how are you? i've been worse and i've been better. it's alright. alright..
I miss my energy booster on my lazy morning and love to wake you up every morning.
I remembered the day when we had the conversation about random things. And how you reacted to it, the un-ordinary you which was like receiving a nice pat on the back when i painted black my mind. A Big smile. A very big smile.

I’m missing you that for sure.
Would you pick up that phone and speak nothing to me?
Let me hear yours speak right to my heart.
Hold me near and let the crowd drown.
All I want is your smile saying that you’ll never leave me.

I know you’ll always be there for me, right?
All I want is your smile saying that you’ll never leave me.

Yes, right now, your big warm hug will save me.
I guess.

I hope this note will find you, somehow.

Thursday, September 24, 2009

REMEMBER :

if ever there is tomorrow when we're not together.. there is something you must remember:



"you are braver than you believe, stronger than you seem and smarter than you think. but the most important thing is even if we're apart, i'll always be with you"

Wednesday, September 16, 2009

semak-semak(in)

Malam ini bulan hampir bundar.
Tapi cahayanya tidak berpendar.

Jempol kakiku mengintip dari balik stoking hitam yang tercabik tak sengaja.
Mengejek.
Menertawakan.

Sepuluh menit aku termenung.
Dari merasa sedih, tolol, sampai akhirnya tertawa sendiri.
Batasan realita jadi rancu.
Semua kacau.

Tadi malam mimpiku bernuansa hitam dan biru.
Dipenuhi kostum yang meneriakkan kekuatan kaum feminis
dan hak tiga belas senti yang mendominasi.
Tapi mimpi itu layaknya embun.
Menguap setelah dicium matahari.
Sekarang digantikan sampah dan kaleng kosong.

Rasanya, hai teman, sama seperti cinta monyet semasa SMP.
Tiket nonton disimpan rapi.
Kuperhatikan cara ia berbicara dan tertawa.
Sampai hafal dengan kebiasaannya berkata-kata.
Jantung berdegup keras membayangkan dirinya.
Berhari-hari ia menetap di mimpiku.

Dari semua laki-laki di luar sana, mengapa dia?
Dia, yang sekarang tidak mungkin dirasa, diraba, atau dicium.
Dia, yang logika berpikirnya sukses mematahkan logika dan moralku.
Sampai-sampai aku harus membujuk otak untuk berteman dengan hati.
Kalau mereka rujuk, aku tidak jadi mati.

Menginginkan sesuatu yang tidak mungkin itu sama dengan
menentang salah satu dari sepuluh perintah Allah.
Atau memang inilah yang namanya hidup?

Jari kelingkingnya lebih besar dari jari tengahku.
Tapi jempolku sama panjang dengan kelingkingnya.

Ia mungkin tidak ingat.
Tapi aku tahu aku bisa menggambar siluet mukanya dengan mata tertutup,
kalau aku mau.

Thursday, September 10, 2009

Animalize me.


Coba pikirkan sejenak bersama saya, jika diberi kesempatan untuk menjadi bintang selama satu hari, binatang apakah yang akan kamu pilih?Kalau saya, jelas akan memilih anjing. Sejauh ingatan saya cuma anjing yang sepertinya selalu bertahan berada di sekeliling rumah. Ada sih binatang peliharaan lain, seperti kelinci, ayam jago, musang, ikan koi, dan burung, well you can imagine how crowd rumah saya. Tapi satu per satu mereka sepertinya tidak cocok dengan rumah kami yang cukup sederhana, tidak terlalu besar, maka itu hanya anjing yang akhirnya boleh merajalela. Punya anjing satu saja udah cukup bikin hingar bingar di rumah ini. hehe.

Awalnya bisa berada dirumah saya pun, karena dari benci jadi cinta. Dulu ada ceritanya, saat saya kecil suka bersepeda keliling komplek sama anak-anak sebaya, sepertinya salah satu kaki saya digigit anjing tetangga. Padahal, saat itu sekuat tenaga ngebut ga karuan. Sesampainya di rumah, ngecek keadaan kaki yang tanpa luka, tiba-tiba tetangga sebelah rumah yang umurnya jauh lebih tua daripada saya saat itu berkata bahwa gigitan anjing bisa bikin rabies dan gila. Berhubung umur saya tidak bisa mencerna halus perkataan orang dewasa, maka dengan rasa panik mulai memencet nomer telefon kantor ibu, dan berkata "Ibu, aku bakal gilaaaaa" dan seharian saya berada di kamar karena merasa hidupnya terancam.

Anyi, anjing pertama dan hingga kini masih tinggal bersama saya dengan kelakuannya yang super bin ajaib itu tetap anjing yang istimewa diantara anjing-anjing yang lainnya. Si anjing yang takut air, takut geledek, takut taneman ibu yang bergetah, cuma berani sama kucing kecil, kalau kabur larinya ke kuburan cina deket rumah, dan diduga gay. Oke, bagian dari dirinya yang saya banggakan adalah keminusannya sebagai anjing dan dia fotogenik. hehe.

Satu hari saya pernah nangis sejadi-jadinya karena anyi saat ibu baru pertama kalinya kabur dari rumah. Dan, komplek saya mayoritas membenci dia karena dianggap anjing yang paling galak seluruh komplek. Ya bisa saja kan, orang yang tidak suka anjing meracuninya dengan cara apa saja. Kebetulan, anyi anjing yang sangat penasaran dengan segala sesuatu. Pasti dia terima-terima aja dikasih makan. Setelah setengah jam menangis di teras sambil memanggil nama anyi berkali-kali. Tiba-tiba, sosok anjing coklat bermuka haru datang padaku ragu-ragu. Dengan muka dramatis, saya mulai memeluknya dengan erat. Saya selalu bertanya-tanya apakah dia juga merasakan apa yang saya rasakan?

Kebahagiaan, kesedihan, marah, takut, cinta, benci; emosi memainkan peranan penting dalam hidup manusia, tapi ternyata setiap binatang juga mengalami hal yang sama. Dan pendapat ilmuwan menyatakan bahwa emosi juga bermain dalam kehidupan binatang, sama seperti kita inilah yang membuat saya yakin, bahwa binatang pun bisa merasa seperti layaknya manusia, bahkan mereka bisa stressed out, jika tertekan atau terintimidasi.
Can you imagine how they survive out there tanpa dokter, obat-obatan lengkap atau pin hiburan yang bisa mereka pakai layaknya manusia yang merasa kesakitan, but they somehow manage to survive.

Buktinya para ilmuwan juga mengemukakakn bagaimana anjing mengatasi rasa kesepian dan kegelisahannya, mungkin ketika ditinggalkan majukannya, mereka biasanya mengunyah benda-benda yang kadang tidak penting, asal mereka mengunyah, itu sudah menenangkan karena ada peningkatan dopamine dalam otaknya. Hal yang ternayta lebih sederhana dapat memuaskan binatang, sesuatu hal yang kadang tidak bisa diterima oleh manusia.

Tanpa kita sadari juga ternyata tikus memiliki banyak kesamaan dengan manusia, seperti rasa takut yang diproduksi dengan mekanisme yang sama dalam otak. Otak tikus bekerja dengan mekanisme yang sama yang membuat mereka bergerak cepat ketika melihat bahaya, lucunya seringkali manusia lebih takut melihat tikus, padahal, mereka juga lebih takut lagi melihat manusia dan mereka punya reaksi yang kadang lebih cepat dari manusia.

Ada banyak hal yang sebenarnya manusia dapat pelajari dari seekor binatang, tanpa memandang rendah, jijik, atau pun sama sekali tidak menghiraukan, toh akhirnya kita semua diciptakan dengan tujuan yang baik. Contohnya seekor gajah betina, ketika dia melahirkan anak, dalam otaknya tercipta hormon yang menghasilkan parenting behavior, seperti menyusui, melindungi, dan memelihara bayinya. Mereka punya rasa cinta yang meluap-luap untuk bayi-bayinya. Sama sajakan dengan mekanisme wanita, tidak ada ibu yang tega membunuh anaknya. Kadang manusia seperti kehilangan diri sendiri, we loose the strength to love, ketika kita stressed out kita tidak menghiraukan orang lain demi kepentingan diri, lalu kita berkata we become more animal than humans, padahal binatang bisa menjadi lebih manusiawi dariapda manusia itu sendiri. Menurut saya, manusialah binatang yang paling buas yang ada di bumi ini. Mereka 'memakan' segalanya dan terkadang lupa untuk melestarikannya. Dan, justru pikiran manusia yang lebih berkembang lah yang menjadikan kita manusia yang sulit menikmati hidup dengan mengikuti kata hati saja. Rasanya saya ingin hidup lebih sederhana layaknya seekor anjing yang langsung bahagia ketika mengunyah tulang atau bermain dengan ekor dan melihat majikannya pulang, so please animalize me and save me from this human world.

Thursday, September 3, 2009

Heart-beat

[15:10] i never stopped thingking about you
[15:11] same..

Sunday, August 30, 2009

Today, i'm a monkey! hihihi

yeay. gigi berpagar gua akhirnya dilepas juga. rasanya aneh. hehe. berkali2 gua ngecek ada yang nyelip ga ya? (pake lidah) hahaha. masih kebawa kebiasaan berbehel nih. ini gua sertakan foto2 rangka gigi gua yang dulu. kalo diliat2 mirip t-rex deh gigi gua yang dulu..



i miss you gigi T-rex

dan, saatnya unjuk gigi saudara2! hehee, semoga hari-hari ku putih seperti mu oh gigi. hihihi..




okay, enough. ini membuat gua merasa aneh.
so.. ehem, bagaimana menurutmu?