Thursday, September 24, 2009

REMEMBER :

if ever there is tomorrow when we're not together.. there is something you must remember:



"you are braver than you believe, stronger than you seem and smarter than you think. but the most important thing is even if we're apart, i'll always be with you"

Wednesday, September 16, 2009

semak-semak(in)

Malam ini bulan hampir bundar.
Tapi cahayanya tidak berpendar.

Jempol kakiku mengintip dari balik stoking hitam yang tercabik tak sengaja.
Mengejek.
Menertawakan.

Sepuluh menit aku termenung.
Dari merasa sedih, tolol, sampai akhirnya tertawa sendiri.
Batasan realita jadi rancu.
Semua kacau.

Tadi malam mimpiku bernuansa hitam dan biru.
Dipenuhi kostum yang meneriakkan kekuatan kaum feminis
dan hak tiga belas senti yang mendominasi.
Tapi mimpi itu layaknya embun.
Menguap setelah dicium matahari.
Sekarang digantikan sampah dan kaleng kosong.

Rasanya, hai teman, sama seperti cinta monyet semasa SMP.
Tiket nonton disimpan rapi.
Kuperhatikan cara ia berbicara dan tertawa.
Sampai hafal dengan kebiasaannya berkata-kata.
Jantung berdegup keras membayangkan dirinya.
Berhari-hari ia menetap di mimpiku.

Dari semua laki-laki di luar sana, mengapa dia?
Dia, yang sekarang tidak mungkin dirasa, diraba, atau dicium.
Dia, yang logika berpikirnya sukses mematahkan logika dan moralku.
Sampai-sampai aku harus membujuk otak untuk berteman dengan hati.
Kalau mereka rujuk, aku tidak jadi mati.

Menginginkan sesuatu yang tidak mungkin itu sama dengan
menentang salah satu dari sepuluh perintah Allah.
Atau memang inilah yang namanya hidup?

Jari kelingkingnya lebih besar dari jari tengahku.
Tapi jempolku sama panjang dengan kelingkingnya.

Ia mungkin tidak ingat.
Tapi aku tahu aku bisa menggambar siluet mukanya dengan mata tertutup,
kalau aku mau.

Thursday, September 10, 2009

Animalize me.


Coba pikirkan sejenak bersama saya, jika diberi kesempatan untuk menjadi bintang selama satu hari, binatang apakah yang akan kamu pilih?Kalau saya, jelas akan memilih anjing. Sejauh ingatan saya cuma anjing yang sepertinya selalu bertahan berada di sekeliling rumah. Ada sih binatang peliharaan lain, seperti kelinci, ayam jago, musang, ikan koi, dan burung, well you can imagine how crowd rumah saya. Tapi satu per satu mereka sepertinya tidak cocok dengan rumah kami yang cukup sederhana, tidak terlalu besar, maka itu hanya anjing yang akhirnya boleh merajalela. Punya anjing satu saja udah cukup bikin hingar bingar di rumah ini. hehe.

Awalnya bisa berada dirumah saya pun, karena dari benci jadi cinta. Dulu ada ceritanya, saat saya kecil suka bersepeda keliling komplek sama anak-anak sebaya, sepertinya salah satu kaki saya digigit anjing tetangga. Padahal, saat itu sekuat tenaga ngebut ga karuan. Sesampainya di rumah, ngecek keadaan kaki yang tanpa luka, tiba-tiba tetangga sebelah rumah yang umurnya jauh lebih tua daripada saya saat itu berkata bahwa gigitan anjing bisa bikin rabies dan gila. Berhubung umur saya tidak bisa mencerna halus perkataan orang dewasa, maka dengan rasa panik mulai memencet nomer telefon kantor ibu, dan berkata "Ibu, aku bakal gilaaaaa" dan seharian saya berada di kamar karena merasa hidupnya terancam.

Anyi, anjing pertama dan hingga kini masih tinggal bersama saya dengan kelakuannya yang super bin ajaib itu tetap anjing yang istimewa diantara anjing-anjing yang lainnya. Si anjing yang takut air, takut geledek, takut taneman ibu yang bergetah, cuma berani sama kucing kecil, kalau kabur larinya ke kuburan cina deket rumah, dan diduga gay. Oke, bagian dari dirinya yang saya banggakan adalah keminusannya sebagai anjing dan dia fotogenik. hehe.

Satu hari saya pernah nangis sejadi-jadinya karena anyi saat ibu baru pertama kalinya kabur dari rumah. Dan, komplek saya mayoritas membenci dia karena dianggap anjing yang paling galak seluruh komplek. Ya bisa saja kan, orang yang tidak suka anjing meracuninya dengan cara apa saja. Kebetulan, anyi anjing yang sangat penasaran dengan segala sesuatu. Pasti dia terima-terima aja dikasih makan. Setelah setengah jam menangis di teras sambil memanggil nama anyi berkali-kali. Tiba-tiba, sosok anjing coklat bermuka haru datang padaku ragu-ragu. Dengan muka dramatis, saya mulai memeluknya dengan erat. Saya selalu bertanya-tanya apakah dia juga merasakan apa yang saya rasakan?

Kebahagiaan, kesedihan, marah, takut, cinta, benci; emosi memainkan peranan penting dalam hidup manusia, tapi ternyata setiap binatang juga mengalami hal yang sama. Dan pendapat ilmuwan menyatakan bahwa emosi juga bermain dalam kehidupan binatang, sama seperti kita inilah yang membuat saya yakin, bahwa binatang pun bisa merasa seperti layaknya manusia, bahkan mereka bisa stressed out, jika tertekan atau terintimidasi.
Can you imagine how they survive out there tanpa dokter, obat-obatan lengkap atau pin hiburan yang bisa mereka pakai layaknya manusia yang merasa kesakitan, but they somehow manage to survive.

Buktinya para ilmuwan juga mengemukakakn bagaimana anjing mengatasi rasa kesepian dan kegelisahannya, mungkin ketika ditinggalkan majukannya, mereka biasanya mengunyah benda-benda yang kadang tidak penting, asal mereka mengunyah, itu sudah menenangkan karena ada peningkatan dopamine dalam otaknya. Hal yang ternayta lebih sederhana dapat memuaskan binatang, sesuatu hal yang kadang tidak bisa diterima oleh manusia.

Tanpa kita sadari juga ternyata tikus memiliki banyak kesamaan dengan manusia, seperti rasa takut yang diproduksi dengan mekanisme yang sama dalam otak. Otak tikus bekerja dengan mekanisme yang sama yang membuat mereka bergerak cepat ketika melihat bahaya, lucunya seringkali manusia lebih takut melihat tikus, padahal, mereka juga lebih takut lagi melihat manusia dan mereka punya reaksi yang kadang lebih cepat dari manusia.

Ada banyak hal yang sebenarnya manusia dapat pelajari dari seekor binatang, tanpa memandang rendah, jijik, atau pun sama sekali tidak menghiraukan, toh akhirnya kita semua diciptakan dengan tujuan yang baik. Contohnya seekor gajah betina, ketika dia melahirkan anak, dalam otaknya tercipta hormon yang menghasilkan parenting behavior, seperti menyusui, melindungi, dan memelihara bayinya. Mereka punya rasa cinta yang meluap-luap untuk bayi-bayinya. Sama sajakan dengan mekanisme wanita, tidak ada ibu yang tega membunuh anaknya. Kadang manusia seperti kehilangan diri sendiri, we loose the strength to love, ketika kita stressed out kita tidak menghiraukan orang lain demi kepentingan diri, lalu kita berkata we become more animal than humans, padahal binatang bisa menjadi lebih manusiawi dariapda manusia itu sendiri. Menurut saya, manusialah binatang yang paling buas yang ada di bumi ini. Mereka 'memakan' segalanya dan terkadang lupa untuk melestarikannya. Dan, justru pikiran manusia yang lebih berkembang lah yang menjadikan kita manusia yang sulit menikmati hidup dengan mengikuti kata hati saja. Rasanya saya ingin hidup lebih sederhana layaknya seekor anjing yang langsung bahagia ketika mengunyah tulang atau bermain dengan ekor dan melihat majikannya pulang, so please animalize me and save me from this human world.

Thursday, September 3, 2009

Heart-beat

[15:10] i never stopped thingking about you
[15:11] same..

Sunday, August 30, 2009

Today, i'm a monkey! hihihi

yeay. gigi berpagar gua akhirnya dilepas juga. rasanya aneh. hehe. berkali2 gua ngecek ada yang nyelip ga ya? (pake lidah) hahaha. masih kebawa kebiasaan berbehel nih. ini gua sertakan foto2 rangka gigi gua yang dulu. kalo diliat2 mirip t-rex deh gigi gua yang dulu..



i miss you gigi T-rex

dan, saatnya unjuk gigi saudara2! hehee, semoga hari-hari ku putih seperti mu oh gigi. hihihi..




okay, enough. ini membuat gua merasa aneh.
so.. ehem, bagaimana menurutmu?

Saturday, August 29, 2009

Conversation with the wind



when you love someone, when you truly love someone, that person becomes part of you, they become you're life, your everything. They change you and they inspire you in so many different ways that are indescribable. how do you let go of someone who has made such an impact on your life? how do you let go of the only things that keeps you going, keeps you strong? loving someone with all you have is letting go of fear, it is growing up. because when you love someone whole - heartedly, you let go of yourself - to live is to love - so how do you let go of someone you truly care about? the truth is.. i don't think i can, i think no matter what happens, whether you are together or not, they are in your heart... always. life will go on, you will smile. we will smile again..

Ps: yes, dear. this note is about you. i hope we'll get another chance to moondance again. goodluck! ♥a

Kesempatan, akankah selalu ada?

Gua sangat yakin setiap kali kita bangun dari tidur, kita mendapatkan kesempatan untuk kesekian kalinya. Dengan optimisme yang kuat dari doa yang terus-menerus dipanjatkan pada malam sebelumnya, dan kemudian mendapatkan secerca cahaya yang masuk dari bilik jendela. Lalu apa yang membuat kesempatan itu selalu kita tunda untuk dilakukan hari ini, jam ini, menit ini, detik ini? Mungkin sebuah kebenaran yang ternyata memang pahit untuk menjadi sebuah realita. Mungkin juga karena pikiran dan hati sudah terkontaminasi sehingga membuat kita menjadi pengecut. Tanpa kita sadari, mimpi menunggu kita untuk keluar di hari itu, jam itu, menit itu, detik itu…Look outside. The entire world is waiting for you.

“Life is about choice” kata seseorang. Seharusnya kita tidak perlu takut akan hidup selama kita mempunyai pilihan. Hal yang paling mengerikan adalah ketika kita tidak memiliki pilihan itu. Lalu apa yang membuat kita takut untuk memilih? Hidup tidak menawarkan apa-apa selain masalah. Bad news never had good timing, right? And, life is full of surprises. Surprisenya nggak selalu menyenangkan bukan? Pasti ada yang menyedihkan. Kata Ibu, ”Bagaimana manusia menghadapi surprise-surprise dalam hidupnya itu yang membuat seseorang menyia-nyiakan atau tidak menyia-nyiakan waktu kepastian yang diberikan Tuhan kepadanya.Just learn from it to make you a better person”

Sehabis nonton Synecdoche New York dua hari yang lalu, diri gua merasa seperti disiram dari waktu tidur gua. It’s such a good wake-up-call! Film festival ini agak rumit, tapi benar-benar menyajikan sebuah pelajaran hidup yang benar-benar penting untuk manusia. Ketika semua Pintu tertutup, terkadang kita tidak sadar Tuhan telah membuka Jendela untuk kita. Kita selalu menyangkalnya. Namun, kita telah melewati kesempatan itu..lagii.. lagi.. dan lagi. Kita hanya hidup dalam penyesalan di masa lalu, most of your time is spent being dead or not yet born. But while alive, you wait in vain. Wasting years for a phone call or a letter or a look from someone or something to make it all right. So you spend your time in vague regret or hope that something good will come along, something that will make you feel connected, something to make you feel loved..

Ada bagian yang paling sedih di film itu, ketika ayah dari si tokoh utama meninggal, namun saat dia hendak menghembuskan nafas terakhirnya dia sempat menyebutkan nama si tokoh utama yang tidak ada di tempat tersebut. Namun akhirnya, si ayah berbicara banyak hal mengenai hidupnya. Dia berkata bahwa dia sangat menyesal dengan hidup yang dimilikinya selama masih bernafas. Dan itu merupakan kata terakhir yang paling menyedihkan yang pernah di dengar oleh setiap orang…


Well, we know that this life is so short. Dan gua masih yakin bahwa kita selalu mempunyai kesempatan itu di pagi hari. Give change a chance! There will be light every step of the way. This, i can promise you.

Sunday, August 23, 2009

You had me at hello!


yes! it's me again.


"fly me to the moon. let me sing among those stars. in other words, hold my hand"